Kamis, 17 Mei 2012
BAGAN SIGNIFIKASI DUA TAHAP ROLAND BARTHES
Sabtu, 17 Maret 2012
Rabu, 29 Februari 2012
MANGROVE DI PULAU SERIBU
foto : Bayu. HerdiantoMANGROVE DI PULAU SERIBU
Mangrove merupakan formasi-formasi tumbuhan pantai yang khas di pinggiran-pinggiran Kepulauan seribu, Formasi mangrove merupakan perpaduan antara daratan dan lautan. Mangrove tergantung pada air laut (pasang) dan air tawar sebagai sumber makanannya
Di Indonesia, mangrove telah dikenal sebagai hutan pasang surut dan hutan mangrove, atau hutan bakau. Akan tetapi, istilah bakau sebenarnya hanya merupakan nama dari istilah satu jenis tumbuhan yang menyusun hutan mangrove, yaitu Rhizophora spp.
Mangrove di Kepulauan seribu sangat penting untuk melindungi pulau-pulau dari hantaman ombak besar karena bila mana di suatu pulau tidak di tanami tumbuhan mangrove di pasttikan umur pulau tersebut tidak akan bertahan lama karena pulau tersebut nantinya akan terkena abrasi/tenggelam
Mangrov sendiri adalah jenis tanaman dikotil yang habitat aslinya adalah daerah payau. Ciri mangrove adalah tidak terpengaruh pada iklim, terpengaruh pasang surut, tanah tergenang air laut, tanah rendah pantai, hutan yang tidak memiliki struktur tajuk, dapat tumbuh hingga 30 meter. Mangrove juga memiliki akar yang khas yaitu akarnya justru menyembul dipermukaan tanah yang berair.
kondisi mangrove sudah cukup memprihatinkan, dimana rentang lahan yang semula ditumbuhi mangrove semakin menyusut. Hal ini disebabkan oleh kerusakan lingkungan akibat polusi dari zat-zat beracun yang mengalir melalui sungai-sungai di Jakarta. Juga volume sampah yang terbawa oleh air laut, sudah sedemikian mengkhawatirkan dan mencemari pulau
Sampai dengan saat ini, Pemerintah Kepulauan Seribu , senantiasa giat membudiyakan pohon bakau. Selain sebagai penahan ombak agar pantai tidak mengalami abrasi maka pohon bakau berfungsi sebagai tempat berkembang biak bagi ikan dan kepiting.
Semoga budidaya pohon bakau terus berlanjut agar keberadaan Pulau Seribu dan Kawasan pantai-pantai lainnya di indonesia dapat meniru budidaya bakau tersebut untuk menjaga kelestariannya.
Senin, 24 Oktober 2011
Rabu, 16 Februari 2011
Suku Cadang Bekas Masih Diminati Warga Depok

Kelapa Dua – JurnalDepok
Irvan (35) seorang penjual suku cadang bekas asal tasik Malaya ini merauk keuntungan 5-6 Juta perbulan. Sudah 8 tahun lamanya dia membuka kios di jalan kelapa dua depok yang dapat menghidupkan keluarganya.
Suku cadang bekas masih di minati warga depok itu terbukti seorang pembeli yang bernama Ade yang sering berburu barang-barang bekas di kios irvan “ saya emang hobi modifikasi, ya lumayan dengan harga yang murah tapi kualitas ok kenapa gak saya berburu suku cadang bekas “, (28/01)
Bapak 1 anak itu mengawali usahanya dengan bermodal 8 juta. kini di kiosnya sudah bisa menyediakan segala jenis suku cadang berbargai tipe motor, seperti Vespa, Bebek, Matic hingga tipe motor gede atau yang biasa di sebut MOGE
Pembeli lebih cendrung membeli body-body motor tetapi aksesoris-aksesoris lainya tidak luput dari buruan para bikers depok. Di sekitar kawasan kios irvan juga menjual suku cadang bekas yang serupa namun soal harga disamaratakan.
Eksotika Bangunan Tua di Kota Belimbing
Depok yang dijuluki sebagai kota belimbing, tidak hanya memiliki daya tarik dalam hal wisata kuliner yang banyak berderet di sepanjang kawasan Margonda, atau keindahan wisata alamnya seperti situ. Namun Depok juga menyimpan kekayaan historis yang menyertai perjalanannya.
Tengok saja bangunan dan rumah-rumah peninggalan Belanda masih berdiri kokoh. Terbentuknya Kota Depok tidak lepas dari sejarahnya. Depok merupakan sebuah kota yang kaya akan bangunan tua. Peninggalan Cornelis Chastelein kini banyak dijumpai di sepanjang jalan Kamboja, jalan Kartini dan jalan Pemuda Depok dengan kondisi masih tegak berdiri kokoh. Walaupun bangunan-bangunan tersebut beberapa sudah banyak yang mengurangi keasliannya. Namun tak kalah eksotiknya dengan bangunan kota tua yang berada di Kota Jakarta.
Rumah Sakit Harapan Depok di jalan Pemuda juga merupakan bangunan bersejarah yang dulu adalah kantor pemerintahan depok. Di belakang Rumah Sakit tersebut dulu terdapat makam Cornelis Chastelein Selain itu, bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang masih ada sampai saat ini adalah Sekolah Dasar Pancoran Mas 02 yang hingga kini masih menjadi sekolah tanpa perubahan di bentuk bangunan gedung. Selain itu, Gereja GPIB Immanuel tempat mereka beribadah.
Sayangnya bangunan-bangunan tua yang mempunyai nilai sejarah ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah Kota Depok. “ Pernah suatu saat ada seorang turis yang berasal dari Belanda datang ke Depok dan meminta diantarkan melihat bangunan-bangunan tua yang berada di Depok, sebelum turis itu datang kepada kami turis tersebut mendatangi Dinas Pariwisata Depok tetapi Dinas Pariwisata Depok menyerahkannya kepada YLCC.” ujar Valentino Jonathans, SE saat ditemui Jurnal Depok di kantor YLCC (9/2).







